Puisi

           Negeriku dan Doa

Ketika embun melumpuhkan debu pagar itu.
Seketika angkasa menyembunyikan luka dibalik tawa.
Melihat duka luka bibir kota 
Retak tak beratap.

Seribu isyarat terus mengalir
Mengikis bola mata hidup yang semakin mengatup.
Tualah sudah isyarat itu.
Hari menjadi album iringan
Menyanyikan lagu sambil menderu
Tak melihat seribu retak sejuta luka
Kaku terbawa iringan waktu

Luka retak terus menanah
Mengalir kaku di karang juang
Melihat canda kini lupa
Siapa yang mengartikan?
Dan apa artinya?.
Septemberku menabur
Memungut serpihan-serpihan sajak
Yang kini menjawab luka
Dari persoalan-persoalan yang nyata

Dari detak bahu petak
Doaku untuk negeri belum berakhir
Menjumput harapan pada sebatang jerami yang akan dipersembahkan pada-Nya dalam rupa doa yang masih bernyawa.

Negeriku adalah napas yang tak pernah sengal
Namun kini aku melihat langkah kaki negeri seakan kaku dan ragu
Doa-doa yang terus diucap dalam mohon dan berkata :
"Sembuhkanlah aku dan negeriku:









Tualah bersamaku.

Komentar

Postingan Populer