CATATAN DESEMBER

Tentang Perkenalan, Perasaan Cinta dan Ingin Memilikimu Hingga Nanti

Memandangmu dan mengagumimu dari jauh adalah cara paling sederhanaku merawat inginku untuk memilikmu. Kemudian dengan bisu dan sembunyi-sembunyi mengakrapi bayang dirimu. Lalu menyimpannya rapih dalam hati. Hati yang tak karuan saat namamu disebut. Dan debar dada yang tak lelah menunggu saat-saat di dekatmu. Aku menyimpannya bayangmu rapih. Seperti harta yang paling berharga. Merawat kenangmu agar tak lekang oleh waktu, seperti merawat kedua bola mataku.
Taukah dirimu, aku menyimpan semua tentangmu (mungkin kau tak tau sebab kau selalu sibuk). Aku menyimpannya dalam pikiranku, dalam hatiku. Agar aku selalu sadar membayangimu. Aku juga selalu menyimpanmu dalam alam bawa sadarku dan berharap saat malam nanti aku dapat memimpikan dirimu. Hingga dalam doa pagi dan malam nanti sering namamu ku sebut berarak bersama doa menuju altar Tuhan. Semoga kiranya Tuhan dapat menerimanya kemudian menguduskannya seperti persembahan Kain.
Tak apa jikalau Tuhan tak mengabulkannya sekarang. Sebab aku takkan lelah. Tak sekalipun ada cemas untuk berhenti. Seperti kata Yesus, “mintalah maka akan diberikan, ketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu”.
Aku adalah benih yang dijatuhkan ditanah berbatu. Dengan bersusah payah piluh dan peluh bercampur jadi satu. Agar aku dapat bertumbuh jadi tunas-tunas baru. Aku adalah pohon-pohon tumbuh, dilereng-lereng Gunung dan tebing berbatu. Sebagai ucapan terima kasihku nanti, akar-akarku mmenjelma jala, mengikat batu-batu agar tidak jatuh menimpah.
Dibawah pohon-pohon rindang, sejuk, aku selalu membuka lagi bayangmu. Bayangmu bersama angin yang membelai manja ku tutup mataku dan membiarkan semua tentangmu dating menghujam diriku berulang-ulang kali. Walau itu hanya bayangmu yang kusimpan rapih dalam hati. Seorang yang cukup tua pernah berkata, “Tuhan yang tersembunyi, mengetahui kemuliaan hatimu yang tersembunyi. Lalu dengan cara-caraNya yang tersembunyi Dia akan membalaskan padamu dengan yang tersembunyi”.
Lalu aku menyembunyikanmu dalam hatiku yang tersembunyi. Karena pada waktunya dengan cara yang tidak kita sadari, kita pastikan akan bertemu. Lalu sekedar menuntaskan rindu yang menggebu-gebu dengan duduk bercerita untuk menangkan detak jantung yang tak tenang. Atau akan berakhir dengan bercumbu. Bercinta sepanjang malam hingga esok pagi diri kita menjelma tunas-tunas baru di tanah berbatu yang sama.



                            @sung     

             Catatan Desember 2019

Komentar

Postingan Populer