Penyangkalan
Sung
Aku merindu di saat malam datang
Dipaku berulang kali atas namamu,
Hanya ada bayang-bayang dari terang lilin.
Pintu hati tertutup rapi
Sebab lelah aku merapikan semua yang berserak
Kala kita sepakat untuk menyudahi saja semua kisah.
Tapi kita adalah tokoh utama dalam setiap
Skenario yang dituliskan semesta. Dunia panggung
Sandiwara, kita tahu.
Kadang, kata-kata tak selalu
Sama dengan mimik wajah. Ah. Apa pun itu, semuanya
Menjelaskan suasana hati.
Seperti saat kita kehilangan kesempatan untuk berbagi
Kabar; perasaan dan kata-kata. Lalu tanpa rencana
Kita berpapasan suatu sore yang biasa saja
Tanpa sesal dan tanpa malu
Semua biasa jadi senyum dan sapa
Bahasa tubuhmu, letupan-letupan dalamnya hati.
Maumere, 15 Januari 2020.
Sung
Aku merindu di saat malam datang
Dipaku berulang kali atas namamu,
Hanya ada bayang-bayang dari terang lilin.
Pintu hati tertutup rapi
Sebab lelah aku merapikan semua yang berserak
Kala kita sepakat untuk menyudahi saja semua kisah.
Tapi kita adalah tokoh utama dalam setiap
Skenario yang dituliskan semesta. Dunia panggung
Sandiwara, kita tahu.
Kadang, kata-kata tak selalu
Sama dengan mimik wajah. Ah. Apa pun itu, semuanya
Menjelaskan suasana hati.
Seperti saat kita kehilangan kesempatan untuk berbagi
Kabar; perasaan dan kata-kata. Lalu tanpa rencana
Kita berpapasan suatu sore yang biasa saja
Tanpa sesal dan tanpa malu
Semua biasa jadi senyum dan sapa
Bahasa tubuhmu, letupan-letupan dalamnya hati.
Maumere, 15 Januari 2020.



Komentar
Posting Komentar